sibodoh setangkai mawar
kau pandai dalam meng asa sesuatu
kau indah disetiap momennya
karenanya kau adalah asa teruntuk kubang
karenanya kau sebegitu mempesona
jika karena setangkai mawar menjadikan badai berlalu
aku bersedia dikutuk menjadinya
aku bersedia menjadi air agar ia selalu segar
aku bersedia menjadi surya agar selalu mekar
sadarlah...
kau bodoh teruntuknya
kau hanya pajangan baginya
menjadi asa tertikam dusta
suatu momen bahagia ketika kau mencintainya
setangkai mawar bodoh datang menghiburnya
perlahan,semerbak aromanya menghilang
perlahan,lalu layu dan tong sampahpun sekarang dunianya
Kamis, 29 November 2018
Sabtu, 24 November 2018
yang paling kuangankan
bagiku,hal yang paling kuangan-angankan mendapati sebotol "screaming cabernet sauvignon '92" seteguk saja,
agar sejuk,agar tidak tumbuh lagi cita rasa inginku terhadapnya,mungkin akan luluh seketika,namun apa ? setegukpun aku tiada mendapatinya, lalu berubah menjadi setetes saja.
setetes,setiap cita rasanya mengharukan,namun apakah nyaman ? setidaknya pernah melakukan, sekiranya seperti kelopak bunga yang mau mekar,seperti ulat yang menjadi kepompong lalu menjadi kupu kupu lalu terbang,seperti expresi seorang ibu seketika melahirkan.
selamat.
-ocik
Rabu, 21 November 2018
coba maknai !
Meng andai andai
Kamu tidak bisa melawan semua itu ,hanya dapat menjalaninya. Dan akhirnyapun menjadi sebuah rasa yang mana tidak bisa menyentuhnya...
Andaikan semuanya indah tidak akan kututurkan,tidak akan kutuliskan,tidak akan kuingat,meskipun secuil darinya,meskipun sepertiga detik darinya,meskipun ibarat gema.
Seperti angin,Berhembus lalu menghilang namun sisanya masih terasa. Tak bisakah seperti mengingat seorang yang tidak dikenal ? agar tidurku lelap,supaya hariku syahdu bukan sendu,supaya aku tidak lagi menarik nafas dalam,supaya tiada lagi kantong mata setiap harinya...
Kamu tidak bisa melawan semua itu ,hanya dapat menjalaninya. Dan akhirnyapun menjadi sebuah rasa yang mana tidak bisa menyentuhnya...
Andaikan semuanya indah tidak akan kututurkan,tidak akan kutuliskan,tidak akan kuingat,meskipun secuil darinya,meskipun sepertiga detik darinya,meskipun ibarat gema.
Seperti angin,Berhembus lalu menghilang namun sisanya masih terasa. Tak bisakah seperti mengingat seorang yang tidak dikenal ? agar tidurku lelap,supaya hariku syahdu bukan sendu,supaya aku tidak lagi menarik nafas dalam,supaya tiada lagi kantong mata setiap harinya...
Langganan:
Postingan (Atom)
Hanya menjadi kisah
Menatap senja, lalu menatap kejora. Tak dapat menggapainya. Indah, hanya menjadi kisah.
-
Menatap senja, lalu menatap kejora. Tak dapat menggapainya. Indah, hanya menjadi kisah.