tentang hangatnya api unggun...
saya tidak lagi suka senja, ia hanya dusta.
haru hara menantikan lembayung senja. hanya mata saksi nyata, bukan hatinya !!!
malam mulai menunjukkan gelap gulita. larut... namun tetap tersenyum, menghela nafas dalam-menyelimuti nan anggun.
senyum indahnya nyata, bahkan dalam pejaman mata. setiap momennya pula, hangat-lalu menyayat seketika. kutitipkan selembar daun-namun terbakar hangus disetiap moment api unggun.
hangatnya nyata, bukan seperti senja yang dapat disaksikan hanya dengan mata!!!