Sabtu, 23 Maret 2019

Lucied Dream

Rintik hujan...

Suasana alam yang tak begitu indah,

Disertai kegelisahan hati yang aneh pula,

Entah dari mana asalnya...


Melihat suatu tempat yang penuh keramaian didalamnya,

Lalu kakiku beranjak menghampirinya.

Terdapat keluargaku yang tengah asyik bercengkrama.

Lalu berkata "hidupnya tidak lama lagi".


Disaat yang bersamaan...

Saya sadar bahwa itu semua mimpi,

Saya sadar bahwa itu semua tidak nyata.

Kegelisahan itu semakin menjadi-jadi.


Terbangunlah...

Dua orang didepan mata.

yang tengah asyik tertawa terbahak.

saya bertanya "apakah ini nyata ?"

mereka tetap tertawa.


Mencubit diri sendiri terasa sakit,

Katanya bukti itu nyata.

Namun saya sadar itu masih mimpi.

Lalu mencari suatu hal agar terbangun !

diatas secarik kertas !

itulah mengapa saya melihatnya,

itulah mengapa saya menulisnya,

itulah mengapa saya mencobanya ,

karena kekepoan yang selalu janggal dalam benak.


dapat mendengar suaranya saja bahagia,

bahkan menulis namanya diatas secarik kertaspun juga bahagia.

namun itu semua bukan bahagia.

melainkan keterpurukan yang dipaksa bangkit dalam keterpurukannya !


sayapun sadar itu semua ibarat agan,

sayapun sadar bahwa saya bernafas bukan hanya untuknya,

itulah mengapa semesta menciptakan apa itu hati.

rumit bukan !

Hanya menjadi kisah

Menatap senja, lalu menatap kejora. Tak dapat menggapainya. Indah, hanya menjadi kisah.