Sabtu, 23 Maret 2019

diatas secarik kertas !

itulah mengapa saya melihatnya,

itulah mengapa saya menulisnya,

itulah mengapa saya mencobanya ,

karena kekepoan yang selalu janggal dalam benak.


dapat mendengar suaranya saja bahagia,

bahkan menulis namanya diatas secarik kertaspun juga bahagia.

namun itu semua bukan bahagia.

melainkan keterpurukan yang dipaksa bangkit dalam keterpurukannya !


sayapun sadar itu semua ibarat agan,

sayapun sadar bahwa saya bernafas bukan hanya untuknya,

itulah mengapa semesta menciptakan apa itu hati.

rumit bukan !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hanya menjadi kisah

Menatap senja, lalu menatap kejora. Tak dapat menggapainya. Indah, hanya menjadi kisah.